Senin, 15 Maret 2010

PENGETAHUAN DASAR IMPLEMENTASI 5S

PENDAHULUAN

Tujuan
Tujuan utama yang melatar-belakangi implementasi program 5S ini terkait dengan 4M sumber daya manusia (4M: Manusia, Mesin, Metode, dan Material). Program 5S merupakan satu alat yang efektif untuk meningkatkan kebiasaan positif para pekerja, karena program ini terbukti efektif, dalam mengurangi biaya produksi, waktu lead time yang lebih pendek, output yang berkualitas dan mengurangi timbulnya kecelakaan dengan adanya kondisi kerja yang lebih baik.
Definisi 5S
Definisi yang luas dari 5S adalah memanfaatkan tempat kerja (yang mencakup peralatan, dokumen, bangunan dan ruang) untuk melatih kebiasaan para pekerja dalam usaha meningkatkan disiplin kerja yang dimulai dengan S1-Ringkas-Pemilahan (Seiri), S2-Rapi-Penataan (Seiton), S3-Resik-Pembersihan (Seiso), S4-Rawat-Pemantapan (Seiketsu).  S1, S2 dan S3 dimulai pada saat bersamaan yang sesuai dengan prosedur standard yang ditetapkan pada S4. Apabila karyawan telah memenuhi seluruh kegiatan tersebut di atas, maka ia telah memperoleh status S5-Rajin-Disiplin (Shitsuke) atau telah ikut serta sepenuhnya dalam pengembangan kebiasaan-kebiasaan kerja yang baik sesuai aturan yang ditetapkan.

Prosedur Pelaksanaan Program 5S
Sebelum mengimplementasikan program 5S ini kita harus melakukan berbagai persiapan (sama seperti memulai kegiatan lainnya), jika tidak demikian berbagai masalah bisa saja muncul kemudian dalam proses implementasinya sehingga dapat menghilangkan motivasi karyawan dan menyebabkan seluruh proses terhenti. Prosedur persiapan terbagi dalam tahapan :
  • Menetapkan Sasaran dan Tanggung jawab pada struktur Manajemen
  • Pembagian Area Tanggungjawab
  • Penyusunan Buku Pedoman
  • Pembelajaran
  • Persiapan Papan 5 S
Tahapan – tahapan persiapan 5 S akan dibahas di bawah ini.
Menetapkan sasaran dan tanggungjawab pada struktur Manajemen.
Dalam mengelola organisasi, sasaran untuk setiap misi harus ditetapkan oleh pemangku jabatan tertinggi dalam organisasi tersebut. Selain itu pendelegasian tanggungjawab bagi masing-masing anggota organisasi ditetapkan sejelas-jelasnya dan setepat mungkin sebagaimana terlihat dalam diagram pada lampiran 1
Peran dan tanggungjawab masing-masing fungsi:
  • Administrator
    • Menerbitkan Kebijakan Tahunan 5S
    • Berpartisipasi pada ‘Company Big Cleaning Day’.
    • Ikut serta dalam 5S Top Management Audit.
    • Men-support dan mempromosikan aktivitas 5S
  • Promotor
    • Bertanggungjawab terhadap progress aktivitas 5S pada departemen-departemen yang dipimpinnya.
    • Berpartisipasi pada ‘Company Big Cleaning Day’.
    • Menjadi Auditor pada saat Top Management Audit.
    • Mempersiapkan Laporan Bulanan Progress 5S Departemen.
  • Facilitator
    • Bertanggungjawab terhadap progress aktivitas 5S pada section yang dipimpinnya.
    • Berpartisipasi pada ‘Company Big Cleaning Day’.
    • Ikut dalam Audit 5S Mandiri bersama ‘Small Group’ pada section-nya.
    • Mempersiapkan Laporan Bulanan Progress 5S Section.
  • Kelompok 5 S
    • Mengimplementasikan aktivitas 5S.
    • Berpartisipasi pada 5S Big Cleaning di departemennya.
    • Menjadi Auditor pada saat 5S Mandiri.
Pembagian area tanggungjawab.
Pembagian area tanggungjawab untuk kegiatan 5S ini berdasarkan pada struktur organisasi yang ada. Seluruh bagian organisasi akan bertanggungjawab pada suatu area tertentu dengan mempertimbangkan area kerja masing-masing departemen sampai dengan masing-masing personel. Contoh pembagian area tanggungjawab dapat dilihat pada Lampiran 2
Penyusunan buku pedoman.
Buku pedoman 5S yang disusun haruslah sesuai dan sejalan dengan bisnis yang dilakukan. Buku pedoman ini menyediakan   instruksi pemecahan permasalahan di tempat kerja, juga untuk setiap masalah yang tak terprediksi sebelumnya. Berikut langkah perbaikan yang harus diambil yang bisa dijadikan referensi bagi para pengguna buku ini. Buku panduan ini akan direview setia 6 bulan dan dilakukan revisi seperlunya berdasarkan review yang dilakukan.
Pembelajaran.
Pelaksanaan pembelajaran ini terbagi di dalam  tiga bagian sebagai berikut:

    • Pelatihan – dalam hal ini diperlukan kejelasan tentang kebutuhan pelatihan bagi karyawan. Pelatihan idealnya diselesaikan sebelum Kick-Off dimulai. Sebaiknya dilakukan ‘pra-test’ dan ‘pasca-test’ bagi para karyawan, dan hasil tes tersebut harus disimpan dengan baik untuk keperluan referensi di kemudian hari.
    • Kunjungan – kunjungan ke lokasi atau perusahaan lain yang sudah sukses menerapkan 5S akan amat membantu mengungkapkan ide pengimplementasian program 5S yang sesuai dengan tempat kerja masing-masing. Kepala Departemen mengatur kunjungan ini bersama para supervisor dan staffnya.
    • Promosi – pada kegiatan promosi ini ada dua hal utama yang ingin dicapai, yaitu pembelajaran 5S dan upaya untuk mendorong  karyawan agar mengerti arti penting dari implementasi 5S. Pencapaiannya tergantung dari keefektifan berbagai sarana yang digunakan seperti poster, spanduk, logo, baju dengan cetakan 5S, kompetisi slogan, gambar dan pameran.
5S Activity Board (Papan Informasi 5S).
Ada 3 prinsip utama dalam penyajian Papan 5S ini:


      • Penetapan tanggungjawab secara jelas.
      • Melihat progress yang sudah dicapai oleh setiap kelompok.
      • Kejelasan tentang rencana bulanan yang membuat hasil akhirnya lebih mudah terlihat.
Setiap satu kelompok 5S dipimpin oleh seorang Group Leader, di mana kinerja kelompoknya dipresentasikan dalam satu Papan 5S (5S Board). Kelompok ini melakukan ‘updating’ goal yang ditetapkan setiap bulannya, sebagai mana terindikasi pada jadwal kerja tahunan. Informasi pada Papan 5S berupa aktivitas yang dilakukan, hasil audit serta foto-foto sebelum dan setelah perbaikan.
Big Cleaning Day
Aktivitas Big Cleaning Day ini diperlukan sebagai titik awal atau titik balik implementasi 5S yang terdiri dari penerapan S1, S2 dan S3 secara bersamaan yaitu merapikan tempat kerja atau meja kerja, menyortir alat, menyapu  dan membersihkan tempat kerja. Disarankan agar prosedur ini dilakukan setiap tahun atau setiap 6 bulan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Jika mungkin, selama satu hari penuh dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembersihan dengan menghentikan semua kegiatan beban kerja normal dan menjadikannya hari yang penting bagi organisasi dengan kerja sama semua staf, mulai dari eksekutif berkedudukan tinggi sehingga staf biasa. Dalam melakukan pembersihan massal ini kita harus mencatat beberapa hal sebagai berikut:
  1. Banyaknya staf yang ikut serta dalam kegiatan pembersihan (dalam rupiah).
  2. Banyaknya sampah yang telah dibersihkan (dalam kg).
  3. Jumlah perolehan tunai dari kelanjutan aktivitas menjual sampah (dalam Rp).
  4. Jumlah uang yang digunakan dalam kegiatan Big Cleaning Day (dalam Rp).
Kick Off
Kick Off  bertujuan untuk menyatakan komitmen dan janji satu sama lain antar departemen dan semua organisasi, bahwa masing-masing karyawan akan turut berpartisipasi dalam melaksanakan dan mensukseskan implementasi 5S.

Kamis, 11 Maret 2010

Jurus Berkarier Cemerlang di Negeri Orang


Thursday, March 4th, 2010

oleh : Joko Sugiarsono
Menjadi profesional/eksekutif global memang keren dan memberikan banyak keuntungan. Namun, langkahnya pastilah tak semudah berkarier di negeri sendiri. Apa saja yang mesti diperhatikan agar karier di mancanegara bisa cling?
Berkarier di mancanegara, terutama di negara-negara maju dan makmur, bukan cuma mendatangkan pendapatan yang secara umum lebih besar daripada berkarier di dalam negeri, tetapi juga nilai plus tersendiri. Tak mengherankan, para eksekutif/profesional yang punya pengalaman sebagai eksekutif global biasanya punya nilai tawar tinggi –termasuk iming-iming jabatan mentereng — begitu pulang kampung, entah untuk berkarier di cabang perusahaan multinasional, di perusahaan lokal, maupun di lembaga pemerintah.
Sekadar menyebut contoh, ada Tanri Abeng, mantan CEO Union Carbide yang akhirnya sempat mencapai posisi Menneg Pemberdayaan BUMN. Atau, Sugiarto yang, setelah malang-melintang di sejumlah perusahaan di Eropa, ditarik Arifin Panigoro sebagai pentolan bidang keuangan Grup Medco, dan akhirnya sempat menjadi Menneg BUMN di era Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono jilid I. Yang lebih baru, setelah lepas dari posisi tinggi di JP Morgan dan mendirikan perusahaan sendiri bernama Ancora Capital, Gita Wiryawan pun didapuk SBY untuk mengisi posisi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di kabinet jilid II-nya.
Tentu, masih ada contoh-contoh seperti itu di level high position. Di level menengah, penghargaan terhadap eks profesional global pun tak kalah serunya. Setelah sebelumnya menikmati karier mentereng di AMD dan Arinso, keduanya di Singapura, Hartono Sutirman mengaku merasa tersanjung dengan sambutan PT HM Sampoerna, yang memintanya menduduki posisi Manajer HR Project. “Ketika tiba di Indonesia, saya dijemput, dikasih mobil dan sopirnya. Saya jadi bingung karena tidak meminta,” kata lelaki kelahiran 1976 ini menceritakan awal kariernya di perusahaan rokok itu.
Singkatnya, menjadi eksekutif global itu “seksi”. Bukan hanya pengalaman lebih berwarna, kepercayaan diri jadi lebih tinggi, pergaulan dan jejaring lebih luas, serta penghasilan lebih wah, tetapi penghargaan sosial pun lebih tinggi, dibandingkan sejawat mereka yang hanya berkutat di dalam negeri.
Namun, tentu saja, untuk menjadi eksekutif global yang sukses dan punya prestasi cemerlang di mancanegara tidaklah gampang. Tak sedikit yang mencobanya. Dan, tak sedikit pula yang gagal. Masih beruntung mereka yang mampu survive, walaupun akhirnya cuma jadi profesional kebanyakan.
Lantas, bagaimana menitinya? Pengalaman — tentu dari mereka yang berkarier gemilang di mancanegara — masih menjadi guru terbaik. Cara yang umum adalah bergabung dengan perusahaan multinasional (multinational company/MNC) terkemuka yang beroperasi di berbagai negara, misalnya General Electric (GE), Citibank, ChevronTexaco dan Unilever. “Lebih bagus lagi kalau MNC tersebut punya program pertukaran karyawan, resmi ataupun tidak resmi,” kata Andreas Diantoro, Direktur Pengelola Dell South Asia.
Jalur lainnya adalah dengan menjadi profesional di negeri orang selepas menuntut ilmu di perguruan tinggi di luar negeri — entah untuk merengkuh gelar S-1, S-2 ataupun S-3. Langkah ini cukup banyak ditempuh kalangan profesional yang dihubungi SWA.
Ini, antara lain, dijalani Suhendra, peneliti senior di BAM, lembaga riset nasional milik Pemerintah Jerman. Juga oleh Oki Gunawan, yang menjadi anggota staf Pusat Riset IBM di New York selepas menyelesaikan S-3-nya di Princeton University. Ataupun Engkun W. Juganda, Direktur Senior Accenture Indonesia — kini telah kembali ke Indonesia — yang memulai kariernya di Accenture (dulu namanya masih Andersen Consulting) begitu menuntaskan studi masternya di bidang manajemen keuangan.
“Saya dulu sempat ditolak lembaga ini sampai lima kali. Lalu, saya perbaiki kemampuan saya, misalnya cara komunikasi bahasa Jerman saya, hingga akhirnya saya diterima,” ungkap Suhendra, spesialis di bidang material explosion. “Tapi, jangan remehkan peluang sekecil apa pun. Banyak kawan saya yang diterima di berbagai perusahaan Jerman, karena program internship, hingga akhirnya bisa diberi kepercayaan,” ujarnya lagi menyarankan. “Saya sendiri dikontak IBM melalui rekan senior saya sewaktu mengambil S-3 dan diminta mempresentasikan hasil riset S-3 saya,” kata Oki Gunawan, yang kini mendalami teknologi sel surya (photovoltaic science & technology).
Namun, ada juga yang melalui upaya membangun prestasi atau reputasi tinggi. Setelah itu, head-hunter ataupun perusahaan MNC terkemuka bisa kesengsem dan merekrutnya. Hal ini, misalnya, dialami Andreas Raharso, yang kini mengepalai (dengan jabatan Dean) R&D Centre for Strategy Execution – Hay Group yang berbasis di Singapura. Sebelum direkrut Hay Group dengan jabatan awal sebagai konsultan senior pada Desember 2006, Raharso telah malang-melintang di berbagai profesi dan jabatan di dalam negeri, baik di sektor swasta maupun akademis, dengan jabatan terakhir sebagai Dean Binus Business School.
Cara lain, seperti disarankan Diantoro adalah dengan membangun keahlian teknis yang tersertifikasi, yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan di berbagai negara. Ia mencontohkan beberapa kompetensi teknis tersertifikasi yang cukup populer, seperti : Certified Financial Analyst (CFA), Certified Public Accountant (CPA) dan Certified Professional Marketer (CPM).
Keahlian tersertifikasi ini juga banyak dibutuhkan di bidang TI seperti untuk penguasaan aplikasi Oracle, SAP, Peoplesoft, software Microsoft, atau Java, serta penguasaan perangkat seperti Cisco. Hal ini misalnya dialami Hartono Sutirman — kini Manajer Information Services Project Management PT HM Sampoerna/Philip Morris International (PMI). Dalam perjalanan kariernya di mancanegara, eksekutif muda ini mengaku pernah menangani implementasi SAP di beberapa perusahaan di Singapura setelah mengantongi sertifikat SAP R/3 for Human Resource dari SAP Academy of Singapore. Pengalaman ini juga berlanjut di Eropa ketika ia ditugasi PMI ke kawasan ini. Bahkan, sewaktu ia masih berkarier di Arinso Singapura (perusahaan konsultan manajemen dan TI), oleh teman-teman sejawatnya ia diberi julukan terhormat sebagai superkonsultan, karena dinilai punya technology knowledge paling lengkap, mulai dari SAP, Oracle, Peoplesoft, hingga bahasa pemrograman Java.
Cara yang dilakukan Hartono untuk menggapai karier di luar negeri cukup unik. “Awalnya bermodal nekat,” katanya. Akan tetapi, sebenarnya ada modal lainnya, yakni ia mengetahui bahwa Singapura di tahun 2000 itu butuh banyak tenaga TI, walaupun di Indonesia belum booming. “Saya tahu, di Singapura TI itu primadona,” katanya. Di era dunia yang makin terkoneksi, teknologi Internet yang sudah makin maju dan media sosial yang makin populer, informasi peluang kerja di luar negeri dengan mudah bisa diperoleh. “Anda mengetahui saya saja lewat Google, kan,” kata Raharso kepada SWA.
Bila karier sebagai profesional global sudah di tangan, biasanya ada kendala yang harus dihadapi dan direspons dengan baik. Menurut Diantoro, kendala paling utama bagi eksekutif asal Indonesia adalah keterampilan berbahasa. “Hal yang sangat positif bila para eksekutif asal Indonesia tidak cuma lancar berbahasa (asing), tapi juga mampu menguasai idiom ataupun slang lokal, yang sering dipakai penduduk setempat,” ujarnya mengungkap pengalamannya. “Ini bisa menjadi door opener untuk diterima masyarakat lokal,” tambahnya. Bahasa asing yang utama wajib dikuasai tentu saja bahasa Inggris. Dan yang punya slang lokal kuat untuk bahasa internasional ini adalah Australia, Inggris dan Amerika Serikat.
Kendala lainnya adalah soal budaya. Jangan heran, banyak eksekutif asal Indonesia yang begitu menjalani peran sebagai profesional global mengalami gegar budaya (cultural shock). Untuk mengatasi hal ini, Diantoro punya resep, selain menguasai slang lokal, juga memahami budaya lokal. Budaya lokal ini bisa dimasuki lewat cara mengenali budaya makanan (kuliner) setempat. “Masyarakat lokal biasanya cukup bangga dengan makanan lokalnya dan ini bisa sangat berguna sebagai ice breaker,” katanya.
“Menjadi profesional atau eksekutif global berarti siap menjadi ‘bunglon budaya’,” ujar Raharso. Maksudnya, mereka harus cepat beradaptasi dengan lingkungan di mana mereka bekerja dan tinggal. “Open mind dan open heart adalah kunci untuk memecahkan masalah budaya yang dihadapi,” katanya lagi.
—————————————————————————–
Karakter yang Dibutuhkan
•Berintegritas tinggi
•Berani mencoba, ulet dan persisten
•Adaptif
•Jujur, humble, dan patuh pada etika
•Hard & smart worker
•Punya “can do” attitude
•Luwes berinteraksi
———————————————————————————
Tentu, menjadi profesional global bukanlah tujuan akhir. Mereka pun sebaiknya bisa kompetitif dan berprestasi, baik untuk pencapaian pribadi maupun untuk mengharumkan nama bangsa. Salah satu langkah yang bisa ditempuh agar jalan menjadi profesional global yang mumpuni lebih mulus adalah dengan mengikuti pendidikan di perguruan tinggi maupun berkarier di lembaga yang menjadi center of excellence (COE). Misalnya, orang yang mau jago keuangan bisa belajar di Stern School, New York; yang ingin piawai di desain bersekolah di New York School of Design; yang mau mahir di bidang keilmuan musik bisa bersekolah di Berkelee Music School. “Sekolah-sekolah seperti ini memang menyediakan tenaga-tenaga pengajar dan fasilitas terbaik; juga ‘menyediakan’ murid-murid terbaik sebagai teman bersaing,” kata Engkun Juganda. “Lingkungan di mana kita berada memang penting untuk membentuk kebiasaan dan kualitas kerja kita berada pada level tertinggi,” tambah Suhendra.
Begitu juga, orang yang ingin mahir sebagai ahli otomotif dan robotik bisa bekerja di industri Jepang. Mereka yang ingin menjadi profesional fashion mungkin bagus bila bisa berkiprah di Milan atau Paris. Dan yang ingin jago masalah finansial bisa berkarier di industri keuangan Wall Street.
Oki Gunawan, contohnya, mengaku bangga bisa diterima di IBM T.J. Watson Research Center di New York. “Bergabung dengan IBM Research ini cukup sulit,” ungkapnya. Ia mengklaim, di AS lembaga riset terkemuka di bidang sains dan teknologi hanya dua, yakni Bell Laboratory di New Jersey dan IBM Research Center di New York ini. Salah satu contoh sulitnya, kualifikasi minimum untuk diterima jadi anggota staf di pusat riset ini adalah lulusan S-3 dari universitas terkemuka. “Lembaga seperti ini punya staf internasional yang terseleksi dan terbaik di bidangnya,” kata Oki. “Jadi, banyak yang bisa dipelajari dari kolega-kolega kita dan interaksinya sering membawa ide-ide baru,” tambah mantan anggota Tim Olimpiade Fisika Indonesia ini.
“Ya, pengalaman bekerja di COE akan sangat membantu dalam karier seseorang di industri tersebut. Sebab, keahlian yang didapat di sana diakui sebagai best practices dan di sana pun berkumpul para pakar di bidang tersebut,” kata Engkun yang mengaku senang bisa bekerja di Accenture, salah satu COE dunia di bidang konsultansi manajemen.
Namun, bukan berarti mereka yang tidak bersekolah maupun mengecap karier di perusahaan/lembaga COE tak bisa tampil cemerlang. Syaratnya,”Orang tersebut harus bisa belajar mandiri dengan baik dan membuka wawasan seluas-luasnya untuk mengatasi kekurangan lingkungannya,” ujar Suhendra memberikan saran.
Menjadi profesional kebanyakan di mancanegara saja tidak gampang, apalagi bila seseorang ingin menjadi global top executive. “Jangan cuma ingin karena melihat sisi enaknya,” Engkun mengingatkan. Memang, ada konsekuensinya, antara lain mesti menyiapkan kapasitas diri dengan sejumlah keterampilan (skill) baik teknis, manajerial, kepemimpinan maupun komunikasi. Juga, siap memenuhi kaidah-kaidah yang di perusahaan-perusahaan mapan sudah diterjemahkan dalam wujud Key Performance Indicators (KPI). Dan, mampu menghadapi konsekuensi berupa tekanan dan tingkat stres. “Makin tinggi kedudukan tentu makin tinggi tanggung jawabnya,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa untuk bisa menjadi eksekutif top seperti ini, selain butuh kemauan dan kemampuan, juga perlu adanya keberuntungan berupa kesempatan. “Karena posisi top executive di setiap perusahaan hanya ada beberapa,” ujarnya lagi.
Keterampilan yang Mesti Dimiliki
* Umum
•Bahasa, khususnya Inggris
•Akademis dasar
•Teknis dan operasional
•Komunikasi
•Manajemen waktu


* Keterampilan Tambahan untuk Jadi Eksekutif Top
•Manajerial
•Kepemimpinan
•Berpikir strategis
•Entrepreneurship
Diantoro punya beberapa kiat agar karier profesional di mancanegara bisa berkembang. Pertama, harus mencari mentor yang tepat. Dan, mentor ini tidak harus atasan sendiri, tetapi orang yang lebih piawai di bidangnya. “Juga, jangan malu mencontek hal-hal yang baik.”
Memang, bisa kompetitif di antara orang-orang terbaik dari berbagai belahan dunia tidaklah mudah. Namun, orang-orang seperti Diantoro dan Raharso mampu menunjukkan buktinya. “Caranya, dengan work hard dan work smart,” kata Diantoro. Ia menyebutkan, para profesional asal Indonesia sebenarnya sudah punya keuntungan, yakni terbiasa persisten dan adaptif. “Ini sudah terbentuk dengan adanya berbagai krisis di Indonesia.”
Adapun Raharso menyarankan kiat untuk terus adaptif dan belajar. “Adaptasi dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci memenangi persaingan ketat di level global,” ujar orang Asia pertama yang memimpin Hay Group Global Research Center for Strategy Execution dan membawahkan beberapa direktur riset Hay Group di beberapa negara itu. Asal tahu saja, lembaga yang dipimpin Raharso ini bukan cuma membantu klien-klien perusahaan multinasional, tetapi juga memberikan advis buat para menteri dan anggota staf Gedung Putih pemerintahan AS di bawah Barack Obama. “Saya sendiri akan terus berusaha membuat penemuan yang bernilai di level global,” kata Raharso bertekad.” “Kuncinya, saya akan memacu organisasi yang saya pimpin ini untuk menjadi learning organization yang fokus pada inovasi,” katanya lagi.
Riset: Dumaria Manurung
Yang Mesti Dilakukan:
•Bersikap sociable dan visible
•Berpikir positif
•Mau meningkatkan keterampilan berbahasa internasional
•Mau beradaptasi dan terus belajar
•Mencari mentor yang tepat
•Fokus mengejar cita-cita/tujuan
•Mengembangkan wawasan dan pergaulan (open mind and open heart)
•Punya keunggulan unik
•Mengambil sekolah terbaik
•Raih sertifikasi teknis dan manajerial
•Memberikan yang terbaik
•Melihat karier sebagai a long journey

Yang Tidak Boleh Dilakukan:

•Berpikir negatif

•Melakukan hal-hal tak etis

•Enggan berubah atau belajar
•Mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain
•Terlibat dalam politik kantor
•Berpikiran sempit
•Tak berbaur dengan rekan dari negara lain

Jumat, 29 Januari 2010

Kalajengking Obati Gangguan Peredaran Darah

Tak banyak orang tahu khasiat kalajengking bagi pengobatan. Padahal, menurut Dr William Adi Teja, MMed dari Klinik Utomo Chinese Medical Center, Jakarta, semua binatang merayap, termasuk kalajengking, berkhasiat melancarkan peredaran darah.

“Hewan-hewan merayap ampuh untuk mengobati penyumbatan pembuluh darah kronis. Obat-obat dari bahan herbal atau hewan lain tak mampu, tapi binatang merayap ini dapat mengobati keluhan akibat penyumbatan darah,” tutur Dr William.

Selain melancarkan peredaran darah, hewan berbisa dan beracun ini juga mampu menyembuhkan penyakit stroke, jantung, dan sirosis hati. Kata Dr William, bukan racunnya yang dipakai untuk mengobati penyakit, melainkan daging bagian ekor. Itu pun setelah zat racun hewan yang berkembang biak setahun sekali ini dinetralisasi.

Menurut Prof Gopalakrishnakone, PhD, DSc dari Fakultas Kedokteran National University of Singapore, bisa dan racun kalajengking tak selamanya berbahaya. Mekanisme kerjanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pengobatan, di antaranya sebagai penghilang rasa sakit, pereda ketegangan otot, antikanker, antimikroba, dan antikejang.

Kini sejumlah obat telah dihasilkan dari bisa dan racun alami, misalnya racun botulinum dari bakteri anaerobik yang mencemari makanan kaleng. Racun ini juga dimanfaatkan untuk terapi strabismus (mata juling), blepharospasm (kejang kelopak mata), dan vagisnismus (kekejangan otot vagina). Arvin dari racun ular berbisa digunakan untuk mengatasi gangguan penggumpalan darah.

Dijelaskan oleh Gopalakrishnakone, pada tahun 1998 Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) mengkaji dan menyetujui peredaran empat obat berbahan dasar racun, baik bisa ular, kalajengking, laba-laba, maupun kerang kerucut. Racun dan bisa itu adalah aggrostatin untuk mengobati angina, captopril untuk tekanan darah tinggi, conotoxin untuk anestesi saraf tulang belakang, dan chlorotoxin untuk pengobatan tumor otak.
Sayangnya, kata Dr William, kandungan kimiawi hewan yang dapat hidup hingga 5 tahun ini belum diketahui lebih lanjut. Meski demikian, dalam teori pengobatan traditional chinese medicine, kalajengking merupakan salah satu jenis serangga, bersama kelabang dan kecoak, yang paling banyak digunakan masyarakat China untuk pengobatan.
Sementara itu, untuk mengobati sakit akibat sengatan hewan ini, masyarakat Jawa secara turun-temurun selalu menyiramnya dengan amonia atau air seni. Hal itu akan menghilangkan rasa sakit dan bengkak akibat gigitan hewan ini.
Jahe penetralisasi

Menurut Dr William, dalam memanfaatkan kalajengking untuk terapi pengobatan, tentu juga harus diingat keganasan racun dan bisa yang dikeluarkan hewan ini. Kita tak bisa sekonyong-konyong mengonsumsi kalajengking untuk pengobatan. Ada beberapa cara menetralisasi racun dan bisa kalajengking supaya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.
“Sejauh pengamatan dan pengalaman selama ini, cara untuk menetralisasi racun kalajengking adalah dengan memasaknya bersama jahe. Setelah itu, kalajengking tidak dianjurkan untuk dimasak kembali. Hal ini untuk mencegah hilangnya zat-zat aktif yang terkandung dalam hewan ini. Setelah itu, dianjurkan hewan ini segera dikeringkan atau diblender menjadi bubuk,” papar Dr William.
Bila kalajengking yang sudah ternetralisasi racunnya dimasak kembali dengan ramuan obat lain, lanjutnya, hal itu tidak akan membawa manfaat lebih karena fungsi atau manfaatnya sudah hilang. Oleh karena itu, ia menganjurkan agar kalajengking diblender kemudian dibuat bubuk. Proses demikian berlaku bagi binatang merayap lain jika digunakan untuk konsumsi obat.
Sirosis hati

Di China bagian utara, kalajengking dijual bebas. Di pinggir-pinggir jalan, kalajengking dijual dalam bentuk kalajengking panggang atau sate. Harga yang ditawarkan untuk 1 sate kalajengking sepanjang 5 cm sekitar 30 yuan (setara dengan Rp 33.000).
Sebelum menjualnya, pedagang di China mengolah kalajengking berdasarkan rahasia pengobatan China kuno, yaitu merebusnya dengan air jahe. Dari hasil wawancara Dr William dengan pedagang di sana, untuk menetralkan racun juga bisa dengan cara menggoreng kalajengking bersama batu tawas.
Meski di China utara kalajengking ramai diperdagangkan, tidak demikian di bagian lain dari negeri China. Hal ini dimungkinkan karena ada juga masyarakat China yang tidak tahu cara memanfaatkan kalajengking untuk pengobatan. Itulah kenapa pedagang obat tradisional China selalu menjualnya dalam bentuk bubuk atau pil.

Diingatkan olehnya, dosis sehari mengonsumsi bubuk kalajengking tidak boleh lebih dari 2 gram. Jika terlalu banyak, dapat mengakibatkan alergi dan sesak napas.
Secara empiris, kata Dr William, pasiennya sembuh dari gangguan penyempitan pembuluh darah setelah sebulan mengonsumsi bubuk kalajengking sebanyak 0,3 gram sehari. Menurut dia, dosis tersebut akan diturunkan apabila kondisi pasien mulai membaik. Ia menegaskan, konsumsi kalajengking harus dihentikan bila tubuh sudah menunjukkan gejala alergi.

Secara khusus ia menegaskan, dalam praktik ia jarang memberikan ramuan kalajengking dalam bentuk tunggal. Ia lebih sering mengombinasikan berbagai macam herbal dan hewan lain, baru memberikan bubuk kalajengking sesuai dengan takaran. Contohnya, untuk penyakit sirosis hati, ia selalu meresepkan lebih dari 15 macam ramuan. Jenisnya antara lain batok penyu, alang-alang, kunyit, dan 0,2 gram bubuk kalajengking. Katanya, ”Pemakaian kalajengking pada kasus sirosis hati berfungsi untuk menggempur hati yang mulai mengeras.”

Kamis, 10 Desember 2009

11 Sayuran Pembunuh Kanker

Ketua Cancer Information and Support Center (CISC) Semarang Cahyaning Puji Astuti mengatakan, setidaknya ada sekitar 11 jenis sayuran yang terbukti ampuh untuk mencegah munculnya penyakit kanker.

"Buah-buahan dan sayuran sebenarnya jauh lebih hebat dibandingkan vitamin, namun tidak semua sayur dan buah merupakan antikanker," katanya seusai seminar "Menyiapkan Makanan Sehat Pencegah Kanker" di RS Telogorejo, Semarang, Kamis (10/12/2009).

Naning menyebutkan, 11 sayuran pencegah kanker tersebut, di antaranya kubis, bawang putih, bawang bombai, kedelai, kunyit, teh hijau, tomat, jeruk, cokelat, dan buah-buahan beri, seperti bluberi dan stroberi.

Namun, meskipun beberapa sayuran dan buah-buahan itu berkhasiat sebagai antikanker, diperlukan kewaspadaan dan pemahaman zat-zat yang terkandung dalam sayuran itu, termasuk memerhatikan proses pengolahannya.

Menurut dia, kubis merupakan musuh utama kanker, baik kubis hijau, kubis putih, brokoli, bunga kol, selada air, maupun kol ungu. Bahkan, khasiat kubis sudah dikenal sejak zaman Hipokrates sekitar 460-377 SM.

"Hipokrates mengatakan, kubis merupakan sayuran dengan beribu-ribu khasiat, dan mengonsumsi kubis minimal lima porsi setiap minggu terbukti dapat memperkecil risiko terserang kanker dan memperlambat perkembangan kanker," katanya.

Akan tetapi, proses pengolahan kubis tetap harus diperhatikan agar tidak menghilangkan khasiatnya, di antaranya tidak memasaknya terlalu lama, tetapi tetap harus bersih, dan mengunyahnya secara cermat.

Bawang putih dan bawang bombai juga sangat efektif untuk mencegah kanker, terutama kanker saluran pencernaan, kerongkongan, lambung, usus besar, prostat, paru-paru, dan kanker payudara.

"Makanan pencegah kanker ditemui pula dalam kedelai, yang banyak diolah menjadi tahu, tempe, dan susu. Sebab, kedelai mengandung isoflavon yang merupakan senyawa antikanker yang memiliki struktur kimia mirip dengan hormon seks," katanya.

Berkaitan dengan kemiripan struktur kimia isoflavon dengan hormon seks itu, ia mengingatkan, konsumsi kedelai secara berlebihan tidak dianjurkan untuk penderita kanker payudara dan kanker prostat.

"Kedua kanker itu merupakan jenis kanker yang sangat bergantung pada hormon, yakni hormon estrogen untuk kanker payudara dan hormon androgen untuk kanker prostat," kata Naning yang juga menderita kanker.

Selain itu, kata dia, resep menghindari risiko terkena kanker dapat dilakukan dengan menghindari makanan-makanan tertentu, misalnya, makanan yang diasinkan, makanan yang diasap, dan makanan yang digoreng.

"Olahraga secara teratur, berhenti merokok, dan menghindari konsumsi daging merah juga merupakan penerapan pola hidup sehat yang perlu diterapkan untuk mencegah kanker," kata Naning.

Kamis, 08 Oktober 2009

Buah Sirsak, Pembunuh Kanker

Soursop, buah dari pohon Graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo.

Tapi kenapa kita tidak tahu?

Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini se-rapat2nya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah  dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar Dunia.
Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon Graviola ini.
 Pohonnya rendah, di Brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa Inggrisnya “Soursop”. Di Indonesia, ya buah Sirsak.Buahnya agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.
[]

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat,dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,anti jamur(fungi) ,effektive melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.
Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini.Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh dipedalaman hutan Amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan h id up. T id ak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.

[]

Riset membuktikan  “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :
Ø     Menyerang sel kanker dengan aman dan effektive secara alami, TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
Ø     Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
Ø     Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
Ø     Energi meningkat dan penampilan phisik membaik.
Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika.Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai  beberapa tahun berikutnya.Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :
Ø     Secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
Ø     Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan  Terapi Kemo yang biasa digunakan!
Ø     T id ak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat!

Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini,selama bertahun-tahun  tapi kenapa kita t id ak tahu apa2 mengenai hal ini? Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, keh id upan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan!

 []

 Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini.Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu,akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!

Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini.Kenapa?

Dibawah Undang2 Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatentkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatentkan sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar.Tapi usaha ini t id ak berhasil.Graviola t id ak bisa di-kloning.Perusaha an gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk Riset dan Aneka Test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset t id ak tega melihat kekejaman ini terjadi.Dengan mengorbankan karirnya,dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan2 alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang effektive.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan t id ak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

[]
 Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung d id alam Graviola,mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!
Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat t id ak tersentuh/terganggu . Graviola t id ak seperti terapi kemo yang t id ak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul effek negative: rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara effektive, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru2.

[]
Setelah selama kurang lebih 7 tahun t id ak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga2 tsb.diatas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budi dayakan dan dipanen oleh orang2 pribumi Brazil , kini bisa diperoleh di Amerika.

[]

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences Institute. 
Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.

Jumat, 18 September 2009

Ekstrak Ikan Gabus,Percepat Penyembuhan

Produk ekstrak gabus berguna membantu meningkatkan kesehatan serta mempercepat kesembuhan dan pemulihan penderita: kekurangan albumin, protein, haemoglobin, zat besi, penyakit stroke, diabetes mellitus, kanker, lupus, parkinson, jantung, penyakit hati, ginjal, asma, pasca operasi, lanjut usia, dan lain-lain.


Gabus Selayang Pandang
Ikan gabus dikenal dengan beberapa nama lain, misalnya: haruan, kocolan, bogo, licingan, kutuk/ kotes (Jawa), common snakehead (Inggris), dan Ophiocephalus striatus (Latin). Ikan ini termasuk dalam golongan ordo Labyrinthici, dengan ciri khas pada kepalanya terdapat rongga-rongga guna menyimpan persediaan udara untuk pernafasan sehingga dapat hidup di air dengan kadar oksigen yang rendah. Bersifat karnivora, gabus adalah pemakan hewan-hewan lain yang lebih kecil seperti cacing, anak ikan, udang, ketam dll.




Bentuk ikan gabus kepalanya
menyerupai ular, badannya hampir
bulat, panjang, dan makin ke belakang makin menjadi gepeng, punggungnya cembung dan perutnya rata. Panjang tubuhnya dapat mencapai 100 cm, dan hidupnya di muara-muara sungai dan danau-danau.

Ikan Gabus Untuk Program Kemanusiaan
Adalah Florentinus Nurtitus, S.Si.T, seorang ahli gizi (dietician) di Rumah Sakit Elizabeth Semarang, yang berhasil memproduksi dan memasarkan ekstrak ikan gabus sebagai suplemen makanan tambahan bergizi tinggi di Kota Semarang. Meskipun bukan pionir untuk penemuan ini, namun tekadnya yang kuat untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi ikan patut diacungi jempol.

Awalnya Florentinus tidak berminat, namun dokter rekan sekerjanya terus mendesaknya
untuk menemukan sejenis makanan tambahan dengan harga murah dan mudah didapat. Rekan kerjanya menegaskan bahwa makanan tambahan ini sangat penting untuk kemanusiaan. Sebagai contoh, ketika kadar albumin seseorang rendah dan memerlukan penanganan medis di rumah sakit, maka akan diperlukan sedikitnya 6 pak infus albumin dengan harga sekitar Rp. 1.500.000,dan ini dinilai memberatkan pasien. Bandingkan dengan produk serupa yaitu Sari Mina yang hanya Rp.55.000 perpak dengan kemasan 50 cc,yang setara dengan 1 pak infus. Jika
diperlukan 6 pak berarti hanya Rp.
330.000.

Fenomena ikan gabus bermula dari penelitian khusus oleh Prof Dr. In Eddy Suprayitno MS, Guru Besar Ilmu Biokimia Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya tahun 2003, dengan judul'Albumin Ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) sebagai Makanan Fungsional Mengatasi Permasalahan Gizi Masa Depan". Penelitian tersebut membahas tentang gangguan sintesis albumin yang biasanya terjadi pada pengidap penyakit hati kronis, ginjal serta kekurangan gizi. Lebih lanjut, Dr. Eddy Suprayitno bekerjasama dengan dokter bedah digestif melakukan perbandingan antara Human Serum Albumin (HSA) yang harganya sangat mahal dengan Fish Albumin Ikan Gabus yang berharga jauh lebih murah. Terbukti suplemen ikan gabus dapat mempercepat penyembuhan luka hingga 30% (dari rerata 10 hari menjadi 7 hari).


Dalam penelitiannya, Dr. Eddy Suprayitno menjelaskan bahwa kandungan protein ikan gabus cukup tinggi bila dibandingkan ikan yang lain yaitu 25,2 g / 100 g daging ikan gabus segar. Ikan gabus juga mengandung 6,2 % albumin dan 0,001741% Zn dengan asam amino esensial yaitu treonin, valin, metionin, isoleusin, leusin, fenilalanin, lisin, histidin, dan arginin serta asam amino non esensial seperti asam aspartat, serin, asam glutamat, glisin, alanin, sistein, tiroksin, hidroksilisin, amonia, hidroksiprolin, dan prolin.

Penelitian manfaat ikan gabus untuk mempercepat perbaikan status gizi juga dilakukan oleh Dr.dr. Sri Adiningsih,MS,MCN, akademisi dari Universitas Airlangga dan Prof DR. dr Nurpudji A. Taslim, MPH, SpGK, ahli gizi dari Universitas Hasanudin. Untuk meningkatkan asas kepraktisan pengkonsumsian ikan gabus, Dr. Nurpudji bahkan telah mengembangkan supplemen tersebut dalam bentuk kapsul.


Sari Mina, Ekstrak Ikan Gabus Bentuk Cair
Sari Mina adalah produk olahan ikan gabus dalam bentuk ekstrak filtrasi beku yang telah diproduksi dengan sistem tertentu sehingga nilai gizinya sama dalam setiap kemasannya. Sari Mina dipasarkan dalam ukuran 5o cc /bungkus yang dikemas dalam kantung plastik dan disimpan dalam kondisi beku (< -10 derajat celcius) agar tahan lama dan dalam kondisi stabil (maksimal 3 bulan sejak diproduksi). Produk tersebut telah banyak digunakan pasien rawat inap maupun rawat jalan sejak awal tahun 2004 di RS Elisabeth Semarang.


Produk ekstrak gabus berguna membantu meningkatkan kesehatan serta mempercepat kesembuhan dan pemulihan penderita: kekurangan albumin, protein, haemoglobin, zat besi, penyakit stroke, diabetes mellitus, kanker, lupus, parkinson, jantung, penyakit hati, ginjal, asma, pasca operasi, lanjut usia, dan lain-lain.
Dosis yang dianjurkan untuk penyembuhan adalah 100 - 150cc per hari atau 2 - 3 bungkus (@ 5occ) per hari, dapat diminum langsung setelah ditiriskan dengan cara kemasan direndam dalam air hangat (tidak panas) pada waktu pagi dan sore, atau tergantung kebutuhan. Apabila Sari Mina digunakan untuk menjaga kondisi tubuh maka dosis bisa diatur antara 1-2 kali per hari saja atau cukup 1-2 bungkus (@ 5o cc) per harinya. Menurut Florentinus, kandungan albumin 1 pak kemasan Sari Mina setara dengan 20 butir putih telur.


Filtrat Sari Mina bisa langsung
diminum bagi pasien yang sadar atau
bisa dicampurkan ke dalam makanan lewat pipa (sonde) bila kondisi pasien sangat lemah sehingga tidak mampu makan atau kesulitan menelan atau
dalam kondisi tidak sadar. Apabila albumin pasien di dalam darah terlalu rendah dan diinstruksikan oleh dokter untuk ditambahkan albumin melalui pembuluh darah/infus maka pemberian/konsumsi Sari Mina bisa dihentikan dahulu dan apabila pemberian albumin telah selesai maka pemberian/konsumsi Sari Mina bisa dilanjutkan. Pemberian Sari Mina bisa juga tetap dijalankan walaupun ditambahkan albumin melalui infus dengan mempertimbangkan asupan total protein yang masuk disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi serta penyakit.


Gabus Tangkap Kandungan Proteinnya Lebih Tinggi
Ikan gabus yang diolah oleh Florentinus bukan dari sembarang tempat, ia hanya mengambil ikan dari perairan Rawa Pening Semarang. Pertimbangannya karena airnya tenang, luas dan masih alamiah. Menurut Florentinus, ikan gabus yang hidup dengan karakter air seperti ini mempunyai kadar protein yang lebih tinggi dibanding tempat lain. Sementara menurut penelitian Prof Dr. Eddy Suprayitno, kandungan albumin ikan gabus air payau lebih tinggi, 4,76 % dibanding gabus air danau yaitu o,8 %. Selain itu, gabus jantan kadar albuminnya 6,7 %, lebih rendah dibanding betina yang mencapai 8,2 %.


Ikan gabus yang akan diolah sebaiknya berukuran 1 kg atau lebih, karena jika beratnya belum mencapai 1 kg maka dari segi produksi kurang optimal karena kadar protein yang dihasilkan dari ikan yang beratnya di bawah 1 kg lebih rendah. Kadar
protein yang diperoleh dari 1 ekor gabus ukuran 1 kg, masih lebih tinggi daripada yang diperoleh dari 2 ekor ukuran 500 gram. Dalam satu kali produksi (biasanya 2 minggu sekali) dibutuhkan 70-100 kg ikan gabus, dan 1 kg ikan akan menghasilkan 170-200 cc ekstrak ikan gabus. Dalam melakukan proses produksinya, Florentinus dibantu oleh 6 orang pegawai.

Ketika awal-awal produksi, ekstrak gabusnya masih berbau sangat amis dan dikhawatirkan belum dapat diterima oleh setiap orang. Atas saran dari istrinya, maka Florentinus menambahkan esen aroma jeruk wangi pada ekstrak ikan gabusnya agar baunya tidak terlalu menyengat dan lebih dapat diterima oleh banyak orang.
Mengingat karakter ikan gabus yang cenderung cepat busuk dibanding dengan ikan lain karena kadar proteinnya yang sangat tinggi, maka ikan yang datang harus segera diolah. Permasalahan saat ini adalah ukuran pasokan ikan yang didapat seringkali kurang dari 1 kg. Namun Florentinus enggan mengambil gabus dari hasil budidaya atau gabus laut, karena gabus liar di perairan umum dinilai mempunyai kandungan protein paling tinggi.

Proses pembuatan ekstrak gabus Sari Mina :
1. Cuci dan bersihkan.
2. Sayat secara vertikal di sepanjang punggung dan seluruh badannya
3. Kukus ikan hingga minyaknya keluar.
4. Tampung minyak yang keluar dan takar sesuai ukuran
5. Tuang ke dalam kemasan plastik dan masukkan kedalam mesin pembeku.

sumber : Warta Pasar Ikan, Ditjen P2HP DKP, 2009

Rabu, 09 September 2009

Sepenggal Kisah Hidupku

Lahir di kota Semarang tgl 11 Juli 1986 di sebuah asrama Perumka kawasan Tanjung Emas. Mengikuti pendidikan formal dari tahun 1991 berawal di Taman Kanak-kanak. Melanjutkan jenjang di SDN Citarum 02 hingga tahun 1998. Pendidikan berlanjut ke SLTPN 6 hingga 2001. Hingga 2004 memperdalam ilmu di SMUN 5 Semarang. Pertengahan tahun 2004 hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan study ke Politeknik Manufaktur Astra hingga 2007. Tahun 2008 berusaha mengikuti ujian masuk program ekstensi UI dan alhamdulillah lulus. Masih sibuk dengan padatnya tugas di kampus hingga sekarang.